Langsung ke konten utama

SUSHI BERBAHAN BERAS JAGUNG PULUT SEBAGAI SAJIAN UNIK DALAM UPAYA PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PANGAN GUNA MEMANFAATKAN POTENSI LOKAL SULAWESI SELATAN

Ini adalah salah satu abstrak tulisan saya bersama dua orang teman yang paling hebat :) . Tulisan ini pernah membawa kami menjadi finalis pada lomba karya tulis tingkat Regional tahun 2013. "Dan ketika kita berusaha tidak akan ada yang mustahil"

Diversifikasi pangan merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan ketahanan pangan dan sebagai solusi dalam mengurangi konsumsi beras. Salah satu diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mengedepankan pangan unggulan lokal. Sulawesi Selatan termasuk salah satu daerah penghasil utama jagung di Indonesia, jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras, pada tahun 2008 memiliki luas panen jagung 261.490 ha, produksi 994.981 ton dengan produktivitas 3,81 t/ha, mengalami peningkatan sebesar 10,76% bila dibandingkan dengan produktivitas jagung pada tahun 2004 (3,44 t/ha). Jagung khas Sulawesi Selatan yaitu jagung pulut  merupakan  jagung lokal  dengan warna biji putih,  rasa enak, gurih,  dan pulen yang dapat dikonsumsi dalam berbagai jenis olahan.Tujuan dalam studi pustaka ini adalah untuk mengetahui potensi sushi berbahan beras jagung pulut dapat mengembangkan diversifikasi pangan dan mengetahui peluang sushi ini sebagai tren di kalangan masyarakat. Manfaat yang dimiliki jagung sebagaimana kandungan nutrisinya, menunjukkan bahwa sangat mendukung dalam upaya penganekaragaman pangan berbahan baku jagung termasuk jagung pulut yang diolah menjadi beras jagung pulut sebagai bahan pembuatan sushi yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam menunjang diversifikasi pangan.  Sushi berbahan beras jagung pulut ini menunjang dalam diversifikasi pangan karena jagung merupakan sumber kalori pengganti atau suplemen bagi beras untuk dikonsumsi. Sushi berbahan beras jagung pulut sangat berpotensi dalam upaya diversifikasi pangan dan mepunyai peluang menjadi tren di masyarakat karena disajikan dalam bentuk unik, bergizi dan harga lebih ekonomis.

Kata Kunci: Diversifikasi pangan, jagung pulut, sushi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan tapi Kawan

Hey you,,, My little brother. Although we always angry each other. Fighting Noone know I love you so much. I always jeleous if you prefer like your gilrfriend than me. You eat what she makes, but you never it what i make You share all your sadness with her, but you never share with me. Hari ini kamu berhasil melalui seminar proposalmu. Dan saya mendoakan yamg terbaik buatmu. Buat Adikku yang sangat tegar. Semoga Allah memberi ruang untuk kita selalu bersama, saling mendukung, dan menyayangi satu sama lain,,, Semoga Allah memberikan yamg terbaik untukmu. Sejauh ini, kamulah adik terhebat yang kupunya.  Semoga di setiap langkahmu selalu ada keberkahan Jadi kebanggaan Bapak yang telah mendahului kita semua... Jadi imam di keluarga kita, bersama mama,saya, dan Ulil.. Deeply in my heart...  I love you, my little brother :)

Berbuat

Berbuat atau saya biasa menyebutnya dengan kata 'action' -Seperti sutradara yang menginstruksikan kepada para pemeran dalam film untuk segera action ketika ada tanda atau aba-aba dari sutradara- Saya pun kembali berfikir apakah saya sudah berbuat? Kemudian menyuruh orang lain berbuat bersama-sama? Ataupun mengingatkan orang lain untuk segera mengeksekusi ide-ide mereka. Hehehe Saya jadi merasa malu tiba mengingatkan orang untuk berbuat sementara saya hanya stagnan dengan mimpi dan ide-ide saya. Tapi, sebagai bentuk pembelaan kepada diri saya, saya menganggap bahwa itu adalah gambaran perhatian dari saya, ketika  mengingatkan seseorang untuk berbuat, artinya kita sudah punya patokan mana hal baik yang seharusnya diperbuat dan bisa jadi hal-hal yang kita sampaikan kepada orang lain adalah hal yang telah menjadi bahan evaluasi dari apa yang pernah kita jalani. Saya fikir, kita bisa menolong orang lain untuk tidak melakukan kesalahan seperti yang kita lakukan. Hehehe itu...

Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu sederhana, memang betul kalimat di atas, bahwa bahagia itu sederhana tergantung bagaimana kita menyikapi setiap proses dalam hidup kita. Saya pun kadang mengakui bahwa memang betul bahagia itu sederhana bahkan kita hanya perlu bersyukur untuk mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup kita. “Bahagia lahir dari rasa syukur yang tak henti padaNya dan usaha untuk senantiasa berbagi apa yang kita bisa pada sesama. Itulah sebabnya kita bisa memilih untuk berbahagia setiap hari, setiap kali.”  ―  Helvy Tiana Rosa Bahagia itu cara kita menyikapi apa yang kita lalui. Seperti adik-adik di atas yang bahagia dengan aktivitas mereka. Bahagia itu bisa datang dari diri kita karena kesyukuran atas diri kita ataupun atas pencapaian orang lain yang dekat dengan kita. Sesederhana bahagia itu, saya pun merasakannya dan sangat ingin menulis kenangan ini sebagai penyemangat saya. Kira-kira setahun yang lalu pada sebuah organisasi, saya dan beberapa teman menja...